- SENI UKIR DAN PATUNG GORGA
- ULU PAUNG : Bahan dari hariara pulut digorga dalam tiga warna (merah, putih don hitam). Bentuknya termasuk ornamen Raksasa. Ditempatkan dipuncak wuwungan rumah atau sopo. Ulupaung diyakini sebagai lambang keperkasaan don perlindungan terhadap seisi rumah, sebagai penjaga setan-setan dari luar kampung.
- JENGGAR (1) : Hiasan pada bagian tengah tombonan adap-adop dan halang godang. Diyakini mampu mengusir setan yang mau masuk kedalam rumah. Digorga dalam tiga warna dipakai untuk ruma gorga.
- JENGGAR (2) : – idem -
- JENGGAR (3) : Jenggar Batara Siang, jenggar motif lain tetapi tidak diberi warna dipakai untuk jabu ruma.
- SANTUNG SANTUNG : Hiasan vertikal tergantung di ujung dila paung dihias dengan gorga Gaya Dompak sebagai symbol kebenaran dan tegaknya hukum.
- SANTUNG-SANTUNG SITINDANGI : Jenis santung-santung lain dilengketkan pada dinding sitindangi ruma.
- GAJA DOMPAK DORPI JOLO (1) (2) (3) (4) : Ditempatkan pada dinding depan (dorpi jolo) fungsinya untuk mengingatkan manusia terhadap tegaknya hukum.
- SONGSONG RAK (1) : Bagian depan Ruma Gorga diukir dalam tiga warna tiga bolit.
- SONGSONG RAK (2) : Bagian depan jabu sopo digorga Batara Siang tidak diwarnai.
- SINGA-SINGA : Salah satu motif singa-singa sopo gorga dibuat dari kayu hariara pulut diberi warna tiga bolit ditempatkan di dinding depan (dorpi jolo) kiri dan kanan. Diyakini sebagai lambang dari wibawa dan symbol keadilan hukum dan kebenaran (duplikat).
- ULU GURDONG : Jenis lain dari singa-singa jabu sopo gorga batara siang diperoleh dari sebuah sopo dari desa Parparean (Porsea).
- SINGA-SINGA TALETE (1) : Jenis singa-singa kecil. biasanya ditempatkan sebagai hiasan pada tomboman dibagian dalam ruma.
- SINGA-SINGA TALETE (2) : – idem -
- ABAL-ABAL MINI (1) : Miniatur Peti mayat untuk orangtua laki-laki yang sudah Saur Matua (nagabe). Penggunaan abal-abal seperti ini senantiasa disertai upacara adat nagok dengan membunyikan ogung sabangunan. Bahannya dari kayu besar seperti nangka, Honara dll.
- ABAI-ABAL MINI (2) : Miniatur Peti mayat untuk orangtua perempuan yang sudah sour matua (orang tua yang sudah bercucu, cicit dari anaknya laki-laki don perempuan)
- GORDANG (SILINTONG) : Bahannya dari kayu, rotan dan kulit kambing.
- TAGANING (1 – 5) : Disebut juga Saridondon, bahannya dibuat dari kayu, rotan dan kulit kambing dipakai untuk pelengkap ogung sabangunan.
- OGUNG PONGGORA : Sihutur tolong bahannya terdiri dari perunggu ditempah bulat, ditengah jendul berisi puli (damar) dipakai untuk pelengkap musik berat (gondang sabangunan).
- OGUNG PANGALUSI : Sitapi sindar mata ni ari. Bahannya dan fungsinya sama dengan ogung panggora.
- OGUNG DOAL : Serupa dengan diatas, nama lainnya Dori Mangambat.
- OGUNG OLOAN : Digunakan untuk pelengkap ogung sabangunan.
- ODAP : Bahannya sama dengan taganing digunakan untuk pelengkap taganing dalam tatanan musik gendang.
- SARUNE BOLON : Serunai panjang dibuat dari kayu, dipakai untuk pelengkap musik berat (gondang sabangunan).
- GARANTUNG : Bahannya dari kayu ringan dipakai untuk alat musik ringan.
- HASAPI (1) : Bahannya dari kayu ringan talinya dari kawat halus atau riman dipakai alat musik ringan (gondang hasapi) don untuk mengiringi lagu.
- HASAPI (2) : – idem -
- SARUNE GETEP : Serunai kecil dipakai untuk mengiringi gondang hasapi dan untuk mengiringi lagu.
- SULIM BESAR : Bahannya dari bambu dipakai untuk alat hiburan.
- SULIM SEDANG : Bahannya dari bambu dipakai untuk alat musik hiburan.
- SULIM KECIL : – idem -
- SORDAM BESAR : Bahannya dari bambu dipakai untuk memuaskan perasaan sedih (andung-ratap). Kadang-kadang dapat digunakan untuk tujuan mistik, untuk mengetahui anak hilang, biasanya dipakai/dibunyikan waktu malam.
- SORDAM KECIL : – idem -
- TULILA : Bahannya dari bambu dipakai untuk alat musik hiburan terutama ditempat sunyi.
- SAGA-SAGA : Bahannya dibuat dari kulit pelepah daun enau dipakai sebagai alat musik hiburan don biasanya waktu bertandang.
- MONG-MONG : Garantung bulu, bahannya dibuat dari bambu dipakai untuk alat musik hiburan.
- HESEK-HESEK : Bahannya dibuat dari kaleng atau botol kosong, digunakan untuk pelengkap musik berat maupun musik ringan. Hesek-hesek sebagai pelengkap musik, mempunyai peran penting untuk memberi komando atas gerak tarian (Step).
- SIGALE-GALE (1) LAKI-LAKI : Wayang Batak diperbuat dari kayu di ukir berbentuk mausia dilengkapi tali-temali yang dapat menggerak-gerakkan, menari, manortor mengikuti gondang dengan kemahiran seorang dalang untuk memainkannya. Tortor sigale-gale diadakan dalam upacara ritus pada waktu kematian seseorang yang berusia lanjut, tetapi tidak mempunyai keturunan.Dahulu acara tor-tor seperti ini disebut upacara Papurpur Sapata. Dewasa ini tor-tor sigale-gale lebih m erupakan acara hiburan.
Kamis, 25 Juni 2009
SENI UKIR, UNINGUNINGAN DAN PATUNG GORGA
KOLEKSI DUNIA MISTIK DAN SPIRITUAL
- TUNGGAL PANALUAN (1) : Duplikat, bahannya dibuat dari kayu tada-tada, diukir berbentuk manusia, cecak, ular, kala jengking dan binatang berbisa lainnya, patung manusia, bagian atas diberi berambut. Tunggal Panaluan disebut Tongkat Sakti, tongkat sihir penolak bala digunakan waktu pesta Satti, Mandudu dan lain lain.
- TUNGGAL PANALUAN (2) : Tunggal panaluan motif lain.
- TUNGKOT BALEHAT : Bahan dari kayu tada-tada diukir bentuk patung manusia mengendarai kuda, kadal, ular dan binatang berbisa lainnya. Dipakai untuk tujuan magik oleh para datu.
- SAHAN (1) (NAGA MORSARANG) : Bahan dari tanduk kerbau diukir disumbat dengan tutup kayu berukir dipakai untuk tempat obat oleh para datu, motif toba.
- SAHAN (2) (SIBIAKSA) : Sahan motif Samosir, fungsinya soma dengan Sahan, motif Toba.
- PISO HALASAN (1) : Bahan dibuat dari besi, suhulnya (gagang) dari tanduk Rusa, Sarong dari kayu dilapis dengan kulit ekor kerbau, Dipakai untuk menyembelih kerbau waktu pesta gondang Sarimatua, Piso Halasan juga digunakan sebagai lambang kebesaran bahwa pemiliknya telah pernah mengadakan pesta besar, mangalahat horbo diiringi gondang Sabangunan. Piso Halasan biasanya disandang dan dikepit di lengan kiri dalam pakaian adat lengkap.
- PISO HALASAN (2) : Gagangnya dari tanduk, pisau dari besi baja, sarangnya dari kayu dilapis kulit ekor kerbau pada ujung sarong dibuat tanduk berukir. Fungsinya soma dengan Piso Halasan (1).
- TAGAN PARPAGARAN : Bahan dibuat dari kayu, berukir halus dilengkapi singa-singa, bagian tutupnya diukir bentuk patung manusia mengendarai kuda, digunakan untuk tempat pagar pelindung keluarga dari niat jahat orang lain.
- SAHAN (3) : Sahan kecil dari tanduk kambing diukir disum bat dengan patung kayu, digunakan oleh datu untuk tempat pupuk.
- TAGAN GARUNG-GARUNG : Bahannya dibuat dari bambu diukir, motif ipon-ipon. Tutupnya dibuat dari kayu diukir, dilengkapi patung m anusia bertingkat dua. Digunakan untuk tempat pulungan obat-obatan oleh para datu.
- SONDI : Dibuat dari kayu berukir singa-singa ditunggangi oleh manusia badan berbentuk tabung berukir dari tanduk kerbau. Digunakan untuk tempat pupuk oleh datu.
- GUCI PARPAGARAN : Bahan dibuat dari keramik baker dibuat tempat pagar pelindung keluarga dari marabahaya.
- HAJO PARPAGARAN (2) : Motif lain dari guci parpagaran berisi taor (obat).
- HAJO PARPAGARAN (3) : Dibuat dari bahan keramik bakar (Tembikar) dipakai untuk tempat pagar.
- PATUNG DEBATA IDUP LAKI-LAKI (1) : Duplikat, bahan dibuat dari kayu nangka. Dahulu patung jenis ini sengaja dibuat sebagai perwujutan dari Debata idup (Mulajadi Nabolon silehon hangoluan) dianggap sebagai pelindung bagi kelompok atau marga pembuatnya. Dewasa ini patung jenis ini juga tetap dibuat namun telah berobah fungsi menjadi sejenis hiasan.
- PATUNG DEBATA IDUP PEREMPUAN (2) : Duplikat, pasangan dari patung Debata Idup Laki-laki.
- PATUNG DEBATA IDUP (3) : Motif lain dari patung Debata idup.
- PATUNG AJIDONDA SILINDUAT : Jenis lain dari patung Debata idup Dua buah, patung laki-laki dan wanita dirangkai menjadi satu digunakan untuk upacara magic.
- PATUNG SIHARHARI : Terdiri dari dua buah patung kayu laki-laki dan perempuan dirangkai menjadi satu digunakan dalam upacara magic.
- TIGA BOLIT : Dibuat dari kain berwarna merah putih dan hitam, dipilin menjadi satu. Dipakai oleh datu sebagai tali-tali.
- BONANG MANALU : Bahannya dari benang merah putih dan hitam, biasanya dipergunakan sebagai jimat setelah diberi mantera oleh datu (dukun).
- GURI-GURI SIBOANON : Bahan dari porselen digunakan te mpat pagar / Mascot untuk dibawa-bawa.
- GURI-GURI TAOR (1) : Bahan dari porselen dipakai untuk tempat taor didalam rumah.
- GURI-GURI TAOR : Bahan dari porselen digunakan untuk tempat taor/pagar ditempatkan di dalam rumah untuk menjaga seisi rumah dari niat jahat orang lain.
- GURI-GURI PARTAORAN : Bahan dari porselen diberi sumbat (penutup) dari kayu yang dipahat berbentuk manusia. Dipakai untuk menyimpan taor/pagar oleh para datu.
- GURI-GURI PARTAORAN (2) : Motif lain dari Guri-Guri partaoran.
- GURI-GURI PARMIAHAN : Guri-Guri tempat pupuk.
- PATUNG SITOLU : Bahan dibuat dari kayu dipahat berbentuk tiga manusia menyatu, kemungkinan merupakan gambaran dari tri tunggal mulajadi.
- PATUNG SIDUA SAIHOT : Patung kayu dirangkai dengan tali ijuk kemungkinan adalah motif lain dari Debata idup.
- GARUNG-GARUNG RAMUAN : Tabung bambu tempat ramuan obat.
- BULU SONDI : Jenis lain dari tabung bambu tempat ramuan obat-obatan.
- PATUNG RAME-RAME IHAN : Bahannya dari kayu.
- SALUNG : Dibuat dari bambu dipakai untuk tempat minum ramuan obat-obatan.
- TOPENG (1) : Bahannya dari kayu dipakai waktu tari topeng ketika pesta turun.
- SONDI TANDUK : Bahannya dari tanduk dan kayu diukir dan dipahat bentuk patung manusia mengendarai hoda-hoda. Dipakai untuk tempat pupuk.
- SONDI TANDUK : Bahan dari tanduk rusa berukir tutupnya dari kayu dipahat bentuk patung hoda-hoda, digunakan sebagai tempat pupuk.
- POHUNG (1) : Bahannya dari batu, dipahat bentuk manusia Digunakan sebagai patung penjaga kebon setelah diisikan pupuk kedalamnya
- POHUNG (2) : Patung penjaga kebon motif lain berasal dari desa Sigumpar.
- SOMBAON : Patung batu ujud kepala manusia.
- PANGULU BALANG : Patung batu digunakan sebagai penjaga kampung dari niat jahat orang lain, biasanya ditempatkan di benteng (parik ni huta).
- PATUNG HODA-HODA : Bahannya dari kayu keras, dahulu dibuat sebagai lambang kenderaan kayangan, tunggangan nenek moyang menuju kayangan. Dewasa ini juga dibuat para seniman tetapi fungsinya telah berubah dari tujuan mistik ke tujuan Dekorasi (hiasan).
- PATUNG KEPALA HODA-HODA : Bahannya dari kayu, kulit kambing dan bulu surai kuda dipakai untuk pelengkap tortor hoda-hoda pada waktu pesta turun.
- RAGA-RAGA : Bahannya dibuat dari kayu, bambu, tali siariman dan umbai-umbai dari janur daun enau. Bentuk menyerupai para-para digantungkan ditengah-tengah rumah ke pamoltak ni Ruma (balok atop rumah). Raga-raga biasanya dimiliki oleh keturunan Ompu (Saompu) fungsinya adalah untuk tempat pemujaan kepada Debata Silaon Nabolon.
- MOMBANG : Bahannya dari rotan, daun janur (mare-mare) digantungkan di pamaltok ruma digunakan untuk sarana pemujaan leluhur.
- GIRING-GIRING ULOS : Sejenis lonceng dari perunggu digunakan sebagai hiasan pada pakaian, dipakai sebagai pelengkap kebesaran pemakainya. Digunakan pada upacara adat tertentu.
KOLEKSI PARBINOTOAN (ILMU PENGETAHUAN)
- PUSTAHA :Duplikat dibuat dari kulit kayu ulim (laklak) bertuliskan aksara Batak berisi ilmu pengetahuan, kalender, mantera dan lain-lain.
- PORHALAAN (1) :Kalender Batak, dari bambu (bambu suraton) Ditulis dalam aksara Batak dilengkapi dengan gambar-gambar symbol dari peredaran bulan, digunakan untuk meramalkan hari baik untuk pelaksanaan pesta adat, langkah rejeki dan sebagainya.
- PARHALAAN (2) :Bahan dari bambu, diberi bertutup dari kayu diukir berbentuk patung hoda-hoda. Tabung bambu sekaligus tempat pagar (penangkal) fungsi lain sama dengan Porhalaan (1).
- PARHALAAN (3) :Fungsinya sama dengan Porhalaan (2), bahannya dibuat dari tulang kering hewan diberi tutup dari kayu berukir.
- BULU PARHALAAN (TONDUNG SAHALA) :Bahannya dari kerat bambu lepas, disusun sedemikian rupa digunakan untuk meramal hari baik.
- BULU PARTONAAN (1) :Bahan dari seruas bambu kecil, bertutup bambu, digunakan untuk mengirim surat atau pesan penting.
- BULU PARTONAAN (2) : Jenis lain dari bulu partonaan.
- BULU PARTONAAN (3) – ” -
- HOLI-HOLI PARTONAAN :Tabung surat motif lain dibuat dari tulang kering hewan diukir halus diberi tutup dari kayu motif patung hoda-hoda.
- GARUNG-GARUNG SONDI :Tempat menyimpan surat-surat penting, mantera-mantera don lain lain, dibuat dari seruas bamboo besar berukir halus tutupnya artistik.
- RUJI-RUJI BINDU MATOGA :Kalender batak dibuat dari tulang rusuk hewan digunakan oleh datu untuk meramal sesuatu.
- RUJI-RUJI PARMANUHAN – idem -
- BULU NAPUNGGURON : Bambu suraton tempat menulis sumpah oleh dua orang atau lebih yang mempertahankan kebenaran masing – masing atau orang-orang yang bertekat melaksanakan suatu niat dihadapan Datu.
- BULU SISURUON : Bulu Suraton yang dapat disuruh menghukum orang yang melanggar sumpah.
Label:
koleksi,
parbinotoan,
pengetahuan
ALAT MENANGKAP IKAN
- SOLU LUNJUP :Jenis sampan khusus diair deras, bahan dibuat dari kayu Sotul, digunakan untuk kenderaan diatas air dan alat waktu menangkap ikan.
- SOLU JAMBANG :Sampan jenis lain yang lebih besar dari solu lunjup, biasanya dipakai di air yang tidak mengalir (di danau), fungsinya sama dengan solu lunjup dapat dipakai untuk mengangkut dua orang sekaligus.
- HOLE :Bahannya dari kayu dipakai untuk alat dayung.
- GOLI-GOLI :Dibuat dari kayu (papan) dipakai untuk tempat duduk di dalam sampan.
- TAHU-TAHU :Bahannya dari bambu, dipakai untuk mebuang air yang masuk kedalam sampan.
- BUBU TIRI-TIRI :Bahannya dari bambu digunakan menangkap ikan tiri-tiri (ikan kecil semacam ikon teri).
- BUBU JAHIR :Bahannya dari lidi ijuk dan tali riman, digunakan menangkap ikon jahir, pora-pora, undalap don lain-lain.
- BUBU IHAN :Bahannya dari lidi ijuk (Tarugit) bentuknya lebih besar, digunakan untuk menangkap ikan yang besar-besar seperti ikan mas, ihan dll.
- BUBU SIBAHUT :Dibuat dari bambu diikat dengan tali riman, digunakan untuk menangkap ikon lele (Sibahut).
- HAIL SAMBOHAN :Bahannya dibuat dari benang pancing dan arung (pimping air) digunakan untuk memancing ikan gabus, ikan lele don lain lain ikan di daerah berlumpur.
- HAIL HONDORAN :Bahannya dibuat dari arung panjang tali pancing (riman) pancing pelampung don timah pemberat digunakan untuk memancing ikan di air yang mengalir dan dalam.
- HAIL TAON TAONAN ( TABU-TABU ) :Bahannya dari tali ijuk, benang don mata pancing diberi pemberat dari batu don oelampung dari bambu dipakai untuk memancing ikan besar.
- DOTON :Bahan dari benang, batu pemberat, pelampung dari kayu ringan, digunakan memukat ikan.
- ULANGAT :Bahan dari benang, bambu dan ijuk. Benang dijalin segi empat, digunakan untuik menangkap ikan di air yang dangkal, tempatnya tetap.
- TAHOP :Bahan dibuat dari benang, bambu, bentuk serupa dengan sellep tetapi lebih besar, dipakai untuk menangkap ikan ditempat yang dalam.
- SELLEP :Bahan dibuat dari bambu dan benang digunakan untuk menangkap ikan si air yang dangkal.
- DURUNG :Bahannya dari bambu, rotan dan benang, digunakan untuk menagkap ikan.
- RADAK :Bahannya dibuat dari pakko, besi (palait), digunakan untuk menombak ikan.
- RADAK :Bahannya dari pakko, pada ujungnya palait dari besi, sebanyak empat buah dirompu dengan kawat digunakan menombak ikan besar.
- HERENGAN :Dibuat dari tarugit digunakan untuk menyimpan ikan tangkapan di dalam air agar tetap hidup sebelum dibawa pulang ke darat.
- SANGGE :Bahan dari bambu, fungsinya sama dengan herengan.
- HIRANG-HIRANG (1) :Bahan dari bambu, dianyam digunakan untuk tempat ikan tangkapan terutama jenis ikan-ikan besar.
- HIRANG-HIRANG (2) :Bahan dari bambu, dianyam diberi bertali dari tali ijuk digunakan untuk tempat ikan tangkapan direndam dalam air agar ikan tetap hidup.
- HIRANG-HIRANG (3) :Bahan dari rotan dianyam berbentuk bulat, digunakan untuk tempat ikan tangkapan” biasanya digantung diikat pinggang.
Label:
alat menangkap ikan
ALAT-SENJATA DAN ALAT BERBURU
- ULTOP : Bahan dari bambu, peluru dari biji-bijian, biasa dipakai untuk perang-perangan oleh anak-anak muda sebagai senjata, peluru ultop ini biasanya dibubuhi racun.
- SUMBIA (1) :Busur panah peninggalan kuno, diperoleh dari desa Sitoluama Laguboti, Bahan terbuat dari bambu dipakai untuk memanah.
- PULUR : Peluru anak panah dibuat dari tanah liat dikeringkan setelah dibubuhi racun (untuk perang).
- SIOR SUMBIA (2) :Busur panah peninggalan kuno dari desa Parhitean, dipakai untuk alat senjata, menembak burung dan binantang buruan. Pelurunya dibuat dari pulur.
- SIOR SUMBIA (3) :Motif lain dari Sumbia (duplikat).
- PANA :Duplikat busur panah dengan peluru (anak panah) dari bambu atau pakko.
- SIOR :Anak panah terbuat dari bambu (duplikat).
- AMBALANG :Jenis senjata tradisional dibuat dari tali kulit pokki digunakan untuk ayunan melemparkan batu.
- HUJUR (1) :Duplikat, dibuat dari besi kuningan dan gagang kayu pakko, dipakai alat berperang. Hujur, dewasa ini juga dipakai untuk berburu.
- HUJUR (2) : – i d e m -
- RABI (PODANG) :Pisau panjang dibuat dari besi, kayu don ditempat tertentu dibubuhi tembaga dan kuningan, digunakan untuk senjata terutama di dalam hutan.
- PARANG :Alat senjata sejenis golok dibuat dari besi.
- TORJANG :Motif lain dari Rabi (Podong) biasanya mengandung kekuatan magic.
- RAIMUNDUK :Jenis lain dari Torjang, bahan dari besi, kayu gagang dihiasi ornamen dari perak. Dipakai oleh Putri Raja didaerah Simalungun ketika pergi mandi ke sumber air/tepian sungai.
- PISO TUMBUK LADA :Bahan dibuat dari besi, kayu ditempat tertentu dibuat puli dipakai oleh kaum muda sebagai lambang kejantanan terutama di daerah Pak-Pak dan Tanah Karo.
- PALAIT :Jenis lain dari Tombak dipakai sebagai alat senjata don alat berburu.
- SAMBIL :Dibuat dari bambu don tali riman digunakan untuk menangkap burung dan binatang buruan.
- KACCI / JOBANG (1) :Bahan dibuat dari Sanggar (Pimping), lidi dan riman, digunakan sebagai sangkar dan alat memikat burung dengan satu pintu jebakan.
- KACCI (2) :Jenis lain dari Kacci dengan duo pintu jebakan.
- HUJUR BULU :Bahannya dari bambu poso pada ujung bagian pangkad diruncingi digunakan untuk menombak (berburu) binatang.
- PANTOM :Bahan dari pakko, dibentuk seperti tombak dipakai untuk senjata dan alat berburu binatang.
- PARPONGGALAHAN :Tempat mesiu dari kayu berukir.
- BODIL PAMURHAS :Senjata api batak. dibuat dari besi dan kayu dipakai untuk perang dan atau berburu.
- HUJUR SIRINGGIS :Bahan dari besi dengan gagang kayu pakko peninggalan lama dipakai untuk alat senjata.
- MATA HUJUR : Bahan dari besi.
- MATA HUJUR : Bahan dari besi.
Label:
alat berburu
ALAT-ALAT DAPUR TRADISIONAL
- DALIHAN : Tungku, dibuat dari tanah liat, dibentuk bulat setengah bola. Digunakan untuk landasan periuk tanah dan alat memasak lainnya. Tungku atau dalihan ini biasanya harus tiga buah untuk satu tempat masak dan lima buah untuk dua tempat masak.
- LOTING : Bahan terdiri dari besi, batu loting tanduk tempat luluk dari luluk dari pohon enau. Dipakai untuk menyalakan api.
- SIHAL-SIHAL : Batu kecil sebagai pelengkap dalihan (jika dibutuhkan).
- SOBAN : Bahan bakar untuk memasak terdiri dari kayu belah, ranting, dahan, bambu dan lain-lain.
- HUDON PANGALOMPAAN : Periuk tempat masak nasi, merebus air minum dibuat dari bahan tanah liat.
- HUDON PANGUHATAN : Hudon tano besar, untuk tempat persediaan air masak.
- SUSUBAN (1) : Periuk tanah bentuk lain tempat memasak ikan.
- SUSUBAN (2) : Susuban lain yang lebih besar digunakan tempat memasak sayur dan lauk pauk lainnya.
- SANGA-SANGA : Tempat memasak (Mangalhoti) Susu kerbau, bahannya dibuot dari tanah liat.
- SANGA-SANGA TUNDEAN : Juga disebut terde-terde dibuat dari tanah liat berbentuk piring ceper, digunakan untuk memasak ikan-ikan kecil seperti tiri-tiri, pora-pora don lain-lain.
- BALANGA TANO : Kuali batak dari daerah Sigaol, dibuat dari tanah liat, digunakan untuk menggongseng ikan-ikan kecil don lauk pauk lainnya. Balanga tano dahulu kala tidak banyak dipakai; alat lain dengan fungsi yang soma digunakan Sakkop (tutup periuk).
- SAKKOP : Adalah tutup periuk besar, selain sebagai penutup periuk, alat ini juga digunakan seperti peng-gunaan Balanga tano.
- HARPE DURAME : Bahan dibuat dari jerami dibentuk secara khusus untuk landasan hodun tano.
- HARPE HOTANG : Fungsinya soma dengan harpe durame, bahannya dibuat dari rotan yang diayam dalam bentuk khusus.
- HADANG-HADANGAN : Bahan dari baion, diayam don diberi bertali, dipakai untuk tempat garam, cabe dan lain se-bagainya (rempah-rempah).
- GEANG-GEANG : Dibuat dari anyaman rotan, digunakan untuk tempat ikan ataupun Susuban berisi ikan. Biasanya digantung di dapur agar ikannya aman dari intaian kucing.
- SONDUK BULU : Sendok tradisional dibuat dari bambu. Dipakai untuk menyendok nasi dari periuk.
- SONDUK SEAK : Bahan dibuat dari bambu, tempurung dan rotan fungsinya soma dengan sendok bambu.
- SEAK-SEAK BORHU : Bahan dari tempurung kelapa dasar dan tutupnya dibuat bertali (dirompu) digunakan sebagai tempat garam.
- TAHU-TAHU SEAK-SEAK : Bahan dari tempurung kelapa digunakan sebagai gayung mengambil air sekaligus tempat minum.
- GARUNG-GARUNG : Terbuat dari bambu, gunanya untuk tempat air minum.
- POTING : Dibuat dari bambu, diberi tali dipakai untuk mengambil air dari sumber air.
- LAGE-LAGE : Tikar kecil dari baion dipakai sebagai tempat duduk didapur untuk tempat makan don berdiang.
- RAMBOAN : Bahan dari bambu, digunakan untuk tempat cuci tangan, fungsi lain dari ramboan adalah per-sediaan Sambilu “Kulit bambu tipis” untuk sesewaktu dapat digunakan oleh sibaso (Bidan) memotong tali pusat anak yang baru lahir.
- PAPENE : Bahan dari kayu keras, digunakan untuk menggiling bumbu masak.
- PANUTUAN : Serupa dengan papene tapi lebih besar.
- TUTU : Alat menggiling bumbu, terbuat dari batu.
- LOSUNG : Terbuat dari kayu dipakai untuk menumbuk sayur-sayuran.
- ANDALU : Alat penumbuk (Antan), sebagai pasangan lesung dibuat dari kayu bulat dan keras.
- PARPALITOAN (TAGAHAN) : Bahan dari kayu don bambu dipakai untuk tempat lampu teplok.
- SAPA (2) : Pinggan tempat makanan sekeluarga, dibuat dari kayu nangka bentuk berkaki.
- SAPA (3) : Sapa dengan kaki lebih tinggi.
- SANGKALAN : Talenan dibuat dari kayu nangka dipakai sebagai landasan tempat mengiris, memotong dan mencincang ikan, daging dan sebagainya.
- PISO : Bahan dari besi dan kayu, digunakan untuk pisau dapur.
- PARANG : Bahan dari besi dipakai untuk pisau dapur.
- SEAK-SEAK BORHU (2) : Bahan dari tempurung kelapa digunakan tempat menampung gota (darah ternak yang disembelih) atau tempat dan ukuran daging binda.
- HARPE HOTANG (3) : Landasan periuk dari anyaman rotan.
- HARPE HOTANG (4) : – idem -
- PERIUK LOGAM (1) : Dibuat dari kuningan digunakan untuk tempat masak.
Label:
dapur
ALAT-ALAT TENUN TRADISIONAL BATAK
- BUSUR HAPAS : Dibuat dari bambu berbentuk busur panah (Sumbia) Digunakan untuk membusur kapas, mengembangkan dalam kondisi merata agar mudah dijadikan benang dengan sorha.
- SORHA TANGAN : Bahan terbuat dari kayu, papan dan besi (Kawat). Digunakan untuk memintal benang dari kapas. Roda pemintal degerakkan dengan tangan.
- SORHA PAT (1) : Bahan dari kayu, papan dan besi digunakan untuk memintal’ benang dari kapas, Roda pemintal digerakkan dengan kaki. Dipakai pada jaman pendudukan Tentara Jepang di Tapanuli.
- SORHA PAT (2) : Motif lain dari Sorha. Banyak digunakan pada jaman pendudukan tentara Jepang di Tapanuli Utara (Tanah Batak).
- ERDENG-ERDENG (PANGHULHULAN) : Bahan dari kayu, pakko dan bambu. Digunakan untuk menggulung (mangkulhul) benang agar mudah digerakkan waktu menyusun dianian.
- PANGUNGGASAN : Dibuat dari bambu, fungsinya untuk menegangkan memadatkan benang. Diolesi dengan campuran air tajin dan nasi lembek.
- UNGGAS : Bahan- terbuat dari ijuk digunakan untuk mengoleskan kanji (air tajin dan. nasi lembek) untuk menegangkan benang.
- GONGGONAN : Hudon tano besar dipakai untuk tempat mencelup benang.
- SOSA : Alat membuat gatip-gatip pada motif ulos. Bahan terdiri dari Seak-seak (tempurung kelapa) bahan pewarna dan bulu ayam.
- ANIAN : Bahan dari kayu jion dan pakko, digunakan untuk merakit benang sebelum ditenun.
- TUNDALAN (PAMUNGGUNG) : Bahan dari kayu nangka dipakai untuk sandaran pinggul waktu bertenun.
- TALI PAPAUT : Bahan dari tali ijuk dipakai waktu bertenun, fungsinya untuk menghubungkan panunggung de-ngan Pagabe.
- PAGABE : Bahannya dari pakko, digunakan menjepit benang tenun sekaligus pemegang benang.
- BALIGA : Bahan dari pelepah daun enau (hodong) digunakan untuk memapatkan benang tenunan.
- TURAK : Bahannya dibuat dari bambu dipakai untuk menghantar benang sirat kain tenunan.
- HASOLI : Dibuat dari lidi, digunakan untuk gulungan benang sirat didalam turak.
- SOKKAR : Bahannya dari kulit hodong (ruyung) kedua ujungnya dibuat runcing, digunakan untuk menegangkan benang guna mengatur pola tenunan.
- HATULUNGAN : Bahan dari kayu, digunakan untuk pemisah benang tenun, mengatur pola dan baris-baris benang.
- HAPULOTAN : Bahan dari kayu, fungsinya untuk mengatur benang tenun supaya tidak simpang siur.
- BALOBAS : Bahannya dari ruyung, digunakan untuk merapikan benang yang akan ditenun.
- LILI : Dibuat dari ruyung, digunakan untuk mengatur corak warna kain tenunan.
- PAMAPAN : Bahannya dari ruyung, digunakan untuk gantyungan benang yang ditenun.
- SITADOAN : Bahan dari kayu, digunakan untuk landasan kaki waktu bertenun.
- BALIGA SIRAT : Bahan dibuat dari pakko, digunakan untuk merapatkan (memapatkan) benang pada ujung kain ulos yang telah siap ditenun bersisikan rambu.
- SOSA : Bahan terdiri dari beberapa helai bulu ayam, dipakai membasahi benang tenun agar hasilnya lebih rapat dan padat.
- SEAK-SEAK SOSA : Bahan dari tempurung kelapa dipakai tempat air sosa ( air biasa ).
- SIRARA : Dipakai sebagai abit don sampe-sampe pado waktu pesta ria.
- BINTANG MARATUR : Dipakai sebagai abit dan sampe pada waktu pesta ria.
- PADANG-PADANG : Dipakai untuk sampe-sampe parompa don untuk tali-tali.
- SITOLU TUHO NAMARTUPE : Sampe-sampe sihadangan.
- SADUM ANGKOLA : Dipakai sebagai ulos sampe-sampe pada waktu pesta ria digunakan oleh wanita.
- SADUM TARUTUNG : Dipakai sebagai ulos sampe-sampe pada waktu pesta ria digunakan oleh wanita.
- SADUM TOBA : Dipakai untuk ulos sihadangon pada waktu pesta ria oleh kaum wanita.
- RAGI : Digunakan sebagai obit dan ulos Sihadangon.
- RAGI HOTANG : Dipakai sebagai abit don ulos Sihadangon (Sampe-sampe).
- SIBOLANG : Dipakai sebagai abit dan sampe-sampe.
- TUNTUMAN : Dipakai waktu pesta ria sebagai tali-tali.
- PINAN LOBU-LOBU : Dipakai sebagai ulos sampe-sampe.
- SURI-SURI : Dipakai untuk parompa dan ulos sihadangon (ulos sampe-sampe).
- MANGIRING : Sampe-sampe, parompa dan tali-tali.
- ATTAK-ATTAK : Ulos sampe-sampe dan ulos abit digunakan waktu pesta ria.
- RUNJAT : Dipakai untuk ulos sampe-sampe dan ulos abit, digunakan waktu pesta ria.
- BULEAN : Dipakai waktu pesta ria sebagai ulos abit dan sampe-sampe.
- RAGIDUP : Dipakai untuk ulos abit dan sampe-sampe pada waktu pesta ria.
- PAROMPA : Dipakai untuk gendongan dan tidak termasuk ulos adat.
- GOBAR : Selimut tidur, tidak termasuk ulos adat.
- ULOS SIBOLANG : Tenunan masa lampau.
- ULOS SURI-SURI : idem
- BINTANG MARATUR
- ATTAK-ATTAK
- TALI-TALI PADANG URSA
Label:
Tonun
Langganan:
Postingan (Atom)


