1. ANTAK ANTAK

- Dipakai sebagai selendang orng tua melayat orang meninggal
- Dipakai sebagai kain dililit/hohop waktu acara manortor
2. BINTANG MARATUR

- Diberikan kepada anak yang memasuki rumah baru oleh orang tua
- Kalau diadat Toba ulos ini diberikan waktu selamatan hamil 7 (tujuh) bulan oleh orang tua (Kalau di Tarutung ulos yg diberikan : RAGI IDUP). Ulos ini diberikan waktu acara sukacita (gembira)
- Diberikan kepada PAHOMPU yang baru lahir --- PAROMPA --- Walaupun kebanyakan memberikan MANGIRING, maksudnya agar anak yang baru lahir diiringi anak selanjutnya
- Untuk PAHOMPU yang dibaptis
- Dipakai sebagai selendang
3. BOLEAN
- Dipakai sebagai selendang pada acara-acara duka
4. MANGIRING

- Dipakai sebagai selendang
- Tali tali
- Diberikan kepada anak cucu yang baru lahir, terutama anak pertama, yang dimaksudkan sebagai simbol keinginan agar si anak diiringi anak yang seterusnya
- Parompa
5. PADANG RUSA
- Tali tali
- Dipakai sebagai selendang
6. PINAN LOBU LOBU
- Dipakai sebagai Tali tali
- Dipakai sebagai selendang
7. PINUNCAAN
Ulos Pinuncaan terdiri dari 5 (lima) bagian yang ditenun secara terpisah, baru kemudian disatukan dengan rapi hingga jadi bentuk satu ulos,
- Dipakai untuk berbagai keperluan acara acara dukacita atau sukacita
- Dalam acara adat dipakai/disandang oleh Raja raja Adat maupun Rakyat biasa selama memenuhi pedoman, misalnya pada pesta perkawinan atau upacara adat Suhut Sihabolonan/Hasuhutonlah yang memakai ulos ini
- Pada pesta besar dalam acara MARPANIARAN, ulos ini juga dipakai/dililit sebagai KAIN/HOHOP HOHOP oleh keluarga Hasuhuton
- Digunakan sebagai ulos PASSAMOT pada acara perkawinan
8. RAGI HOTANG

- Diberikan kepada sepasang pengantin yang disebut sebagai ULOS HELA
9. RAGI HUTING
- Ulos ini (sekarang) sudah jarang dipakai
- Konon di masa lalu sebelum merdeka anak-anak perempuan memakai ulos Ragi Huting ini sebagai pakaian sehari hari, dililit di dada (Hoba Hoba)
- Dipakai orang tua sebagai SELENDANG apabila bepergian
10. SIBOLANG RASTA PAMONTARI



- Zaman dulu dipakai untuk keperluan dukacita dan sukacita
- Masa kini dominan sebagai simbol DUKACITA
- Sebagai ULOS SAPUT (meninggal orang dewasa yang belum mempunyai cucu), ULOS TUJUNG (Janda/duda yang belum mempunyai cucu)
- Pada peristiwa DUKACITA, ulos ini paling banyak digunakan oleh keluarga dekat
11. SI BUNGA AMBASANG
- Sebagai SELENDANG
12. SIMPAR
- Sebagai SELENDANG
13. SI TOLU TUHO


- Dipakai sebagai IKAT KEPALA atau SELENDANG WANITA
- Untuk duka sebagai ULOS SAPUT ANAK ANAK YANG MENINGGAL
14. SURI SURI GANJANG

- Ulos ini disebut Suri Suri Ganjang karena berbentuk Sisir
- Dahulu digunakan sebagai HANDE HANDE pada waktu MARGONDANG. Ulos ini digunakan oleh pihak HULA HULA untuk MANGGABEI BORUNA, karena itu disebut juga ULOS GABE GABE
15. RAGI HARANGAN
- Pemakaian sama dengan RAGI PAKKO
16. SI MARINJAM SISI
- Dipakai sebagai KAIN atau DIABITHON
- Dilengkapi dengan PINUNCAAN disandang dan perlengkapan adat Batak sebagai PANJOLOANI, yang memakai ini 1 (satu) orang paling depan
17. RAGI PAKKO
- Ulos yang pada zamannya dipakai sebagai SELIMUT, jadi zaman dulu pengantar wanita yang dari keluarga kaya bawa 2 (dua) ragi untuk selimut yang digunakan sehari hari
- Dan itu pulalah apabila nanti setelah tua meninggal akan disaput pakai Ragi dan Ulos lainnya
- Disebut Ragi Pakko karena memang warnanya hitam seperti pakko
18. TUMTUMAN
- Ulos TALI TALI yang bermotif
- Tumtuman hanya dipakai ANAK PERTAMA dari HASUHUTAN
19. TUTUR TUTUR
- Dipakai sebagai TALI TALI dan HANDE HANDE, sering diberikan oleh seorang orang tua sebagai PAROMPA kepada cucunya